staycrowned workshop

Menjadi seorang fotografer khususnya wedding photographer memang membutuhkan banyak sekali investasi demi menaikkan mutu dari fotografer itu sendiri. Mungkin diluar sana masih banyak fotografer yang tidak peduli dengan segala investasi dan mutu, yang penting dagangannya laku tiap Minggu. Boleh kok berpikir seperti itu, tapi klo nanti suatu hari jaman sudah berubah, jangan kaya angkot/ojek konvensional yang nge-demo ojek online ya…hehe. Investasi yang dibutuhkan seorang fotografer tidak hanya sebatas alat saja. Tidak pula investasi berupa barang atau modal, tapi investasi juga bisa berbentuk sebuah pola pikir. Namanya juga investasi, perlu waktu untuk memperllihatkan hasil. Perlu usaha untuk menaikkan hasil dari investasi itu sendiri. Bentuk investasi berupa pola pikir membutuhkan latihan dan harus rela membuang kebiasaan buruk untuk memberi ruang pada kebiasaan baru yang bisa menaikkan mutu dan peluang usaha yang lebih baik. Percuma jika anda ber-investasi lalu hanya duduk diem aja sambil mainan burung (beneran) dan berharap investasi itu tiba-tiba menguntungkan anda dari segi hasil.

Contoh investasi berupa barang adalah pembelian alat-alat motret. Meskipun mempunyai nilai investasi yang cenderung menurun, alat motret yang baru diharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Misal : jual kamera APSC second lalu invest nombok dikit biar bisa dapet kamera FULL FRAME baru. Meskipun nilai investasi kamera baru itu bersifat menurun, tapi diharapkan hasil foto dari kamera FULL FRAME akan meningkatkan penjualan karena hasil foto yang lebih baik dibanding menggunakan kamera APSC. Begitu pula dengan investasi alat yang lain seperti lensa, baterai, flash dan lain-lain.

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya mengenai MASTERING YOUR GEAR , sebelum kita berinvestasi pada alat, investasi lah uang kedalam pola pikir dan kebiasaan kita. Mau sampai kapan kita bakal terjerumus kedalam perang harga yang cuma gitu-gitu aja? Tahu gak kalo perang harga terjadi siapa yang paling diuntungkan?, ya jelas klien. Fotografer nya? Ada yg biasa-biasa aja, ada yang gontok-gontokan, ada yang nge-group trus ngomongin yang paling murah….aaah…bosen dengan cerita kaya gitu. Mau sampai kapan? Lebih baik kita memperbaiki kualitas kita dengan berinvestasi ditempat yang tepat, supaya kita bisa memperbaiki hasil dan pelayanan yang pada akhirnya berdampak pada pembentukan harga jual yang lebih baik. Fotografer yang berpola pikir semacam ini menurut saya masih sangat sedikit dan lebih banyak fotografer yang memilih untuk perang harga dan kemudian saling ngomongin. Hal ini sangat melegakan karena merasa punya kubu. Pertanyaan saya tetap sama : Mau sampai kapan? Ketika kita berkutat dengan sesuatu yang saling menjatuhkan, dunia diluar sana sudah berkembang pesat dengan segala perubahan, lalu kita kaget dan hanya bisa menyalahkan keadaan tanpa mau melihat kedalam.

STAYCROWNED WORKSHOP by THEUPPERMOST PHOTOGRAPHY
The Alit Villa, Mojokerto – August 8th & 9th, 2017

Workshop inilah yang merubah pola pikir saya dalam ber-fotografi. Dasar saya orangnya idealis, lepas dari workshop ini, saya makin keras kepala, hahaha. In a good way laaah….Puji Tuhan kemarin saya diizinkan untuk dateng lagi ke workshop ini di Mojokerto. Saya liat tidak banyak yang berubah, hanya senam pagi nya yang belum ada waktu angkatan saya. Staycrowned ini adalah workshop khusus untuk Wedding Photographer yang diadakan oleh THEUPPERMOST dari Jakarta. Mereka ini adalah para “badass” yang berhasil memporak-porandakan pola pikir para fotografer yang pernah ikut workshop ke arah yang lebih baik. THEUPPERMOST ini sendiri adalah sekumpulan fotografer yang terdiri dari Sigit Prasetio, Tito Rikardo, Jeff O’neal, dan Hedrian Ngabito yang berhasil membawa harum nama Wedding Photographer Indonesia di kancah dunia. Sebut saja bang Sigit dan Bang Tito yang uda motret di 5 benua di dunia! Uda berapa banyak Wedding Photographer Award yang mereka raih untuk mendapatkan posisi mereka sekarang ini. Karena dari itu pantaslah mereka memporak porandakan pikiran kita sebagai fotografer yang masih dan sedang berkembang, supaya jangan terjerumus ke merk kamera yang salah, eh…maksud saya ke jalan yang salah. (cuma anak2 SC yang paham, hehehe…)

    staycrowned workshopStaycrowned Angkatan #1, Bandung
staycrowned workshopStaycrowned Angkatan #2, Semarang ( itu ada saya ^^ )
staycrowned workshopStaycrowned Angkatan #3, Bogor 
Staycrowned Angkatan #6, Yogyakarta ( itu ada saya lagi, hahaha )
staycrowned workshopStaycrowned Angkatan #8, Mojokerto ( eh ada saya lagi…hahaha )

Workshop ini berlangsung FULL DAY selama 2 hari. Hari pertama lebih banyak pada teori dan “pencucian otak” hahahaha. Kita akan diperlihatkan bagaimana mereka membuat dan mengelola sebuah brand fotografi mulai dari enol sampai siap running. Mereka akan mengarahkan bagaimana cara membuat style foto, bagaimana mengelola file, bagaimana mengarahkan pose klien sampai bagaimana cara mereka memotret dan mendapatkan foto-foto yang istimewa. Hari pertama dihabiskan di kelas dengan alunan-alunan cerita mereka dari awal hingga hari ini, dan tiba-tiba kita bangun dan sadar kalo ternyata selama ini kita salah dan bingung musti mulai dari mana dulu buat memperbaiki. Pengalaman saya selepas hari pertama, saya ga bisa tidur. Saya kepikiran mulai dari ganti logo, bikin tag line, bikin watermark, gimana caranya motret kaya gitu, gimana caranya biar bisa pede direct klien dan masih banyak lagi dan membuat saya sadar kalo saya masih belum siapa-siapa di industri ini. Hari pertama penuh dengan informasi yang menarik untuk kita terapkan ke brand kita masing-masing.
Beneran de, percaya saya.

Lanjut ke hari kedua diawali dengan foto hunting. Biasanya sudah disediakan model pasangan yang siap berpose didepan kamera peserta workshop. Kali ini, istri saya @vincentiapuri @blissbypuy dipercaya jadi salah satu MUA yang handle 2 couple dari 4 couple yang ada. Dulu, waktu angkatan saya dan akan memulai sesi hunting ini, JUJUR!, saya pikir ini akan menjadi hunting model mbak-mbak dimana ada satu fotografer yang mendominasi group untuk men-direct si model (biasanya yang alat-alatnya paling mahal) , lalu yang lain cuma bilang :

“…winny liat sini…”
“…sasha coba liat ke kanan dooonk…”
“…wooiii yang didepan mundur…”
“…bocooooor bocooooorrr…”

TERNYATA ENGGAK! Para fotografer tingkat dunia itu turun sendiri, masuk ke group dan ga segan untuk berbagi ilmu secara langsung! Mereka mengarahkan kita untuk membuat foto sesuai dengan ide kita, menjelaskan ide kita ke objek foto (pasangan) lalu menata pose, menata lampu (flash) dan meng-eksekusi-nya. Tiap fotografer diberi kesempatan sendiri-sendiri untuk melakukan itu! Sebuah pengalaman yang ga akan pernah temen-temen dapetin dari orang hebat seperti mereka. Tidak hanya sampai disitu, setelah sesi hunting selesai, mereka masih ngajarin kita bagaimana editing foto-foto kita sendiri. Saya selalu bilang ke temen-temen yang pernah menanyakan soal workshop ini bahwa duit yang “dibuang” bakal setara dengan apa yang kita dapet. Sembari ngedit foto, temen-temen bakal diundang satu per satu untuk sesi ONE ON ONE dimana temen-temen akan berhadapan langsung dengan salah satu dari mereka dan silakan curhat apaaaaaa aja mengenai bisnis yang temen-temen kelola. Mereka akan share beberapa pengalaman dan mengarahkan apa yang harus temen-temen lakukan ke depan. Menurut saya…sesi ini yang paling ngena. Gimana enggak?, kita bisa cerita ke orang yang uda berpengalaman secara private dan (mungkin) mendapatkan jawaban yang bisa menjadi solusi kedepannya. Bosen kali yeee dapet jawaban : yang penting dapur ngebul?, sekali-kali dapet jawaban yang berkualitas dari orang yang pantas. EM!

Bulan November, STAYCROWNED bakal diadain lagi di Surabaya. Saya beri sedikit saran untuk temen-temen yang masih menimbang-nimbang untuk ikut atau tidak dan untuk temen-temen yang sudah memutuskan untuk ikut :

  1. KOSONGKAN GELAS!
    Tidak menutup kemungkinan, kebiasaan yang temen-temen lakukan tiap hari untuk ber-fotografi bersebrangan dengan apa yang akan temen-temen terima selama workshop. Alangkah lebih baik jika temen-temen mengosongkan gelas terlebih dahulu, demi air segar yang akan memenuhi gelas temen-temen nantinya.
  2. NEW ENTRY
    Bagi temen-temen yang masih merasa amatir, baru mulai ber-bisnis 1 tahun, kamera nya jelek, merasa belum bisa berbuat banyak, JUSTRU INILAH SAATNYA untuk menentukan bagaimana langkah kedepan. Banyak orang yang merasa belum pantes untuk ikut workshop ini bla bla bla…aaaaah alasan! Justru kalo masih amatir, jauh lebih mudah menerima “cuci otak” mereka hahaha. Percaya saya, temen-temen yang baru 1 tahun memulai bisnis wedding fotografi akan lebih mudah menerapkan ilmu-ilmu STAYCROWNED dibanding orang yang uda 5 tahun motret. Percaya saya.
  3. BASIC PHOTOGRAPHY
    Bagi temen-temen yang uda nyemplung di bisnis wedding fotografi tapi belum menguasai Triangle Exposure….hmmmmm….saya ga tau de gimana jawabnya. Mungkin lebih baik perdalam dulu ilmu mengenai Basic Photography terutama mengenai Metering dan Triangle Exposure karena yang sudah lincah aja bakal “porak poranda” sama materi Creative Light-nya THEUPPERMOST. Karena STAYCROWNED ini adalah workshop untuk Wedding Photographer dan bukan workshop yang ngajarin mengenai Basic Photography.  Mungkin THEUPPERMOST bisa menjawab saran ke tiga ini? tulis di comment…hehehe
  4. KEPO DAN SIAPIN PERTANYAAN
    Kalo belum tau siapa THEUPPERMOST, sebelum ikut workshop ini, kepo in di website mereka www.theuppermost.com ,  liat foto-foto mereka, liat foto-foto award mereka, dan siapin pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dipikiran. Kalo perlu ditulis di kertas ato buku. Jangan lewatkan kesempatan ketemu Fotografer tingkat dunia yang bakal berjarak ga lebih dari 5 meter didepan mata.
  5. GA USAH NGITUNG UNTUNG RUGI
    Ga usah ngitung untung rugi buat ikut workshop ini. Jangan ragu buat beli tiket pesawat, tiket kereta, ninggal anak istri demi mindset yang lebih baik. Saya jamin!, uang anda tidak kemana-mana, hanya berpindah dari dompet ke otak anda.
  6. GA BUAT SEMUA ORANG
    Workshop ini tidak untuk semua orang. Saya merasa beruntung karena cocok dengan pola pikir yang mereka tularkan. Tapi ada juga beberapa orang yang tidak sepaham dengan jalan pikir mereka. Oleh karena itu saya katakan bahwa workshop ini tidak untuk semua orang. Jika anda memang tidak berniat karena tidak tertarik, jangan sekali-kali ikut STAYCROWNED hanya karena ikut-ikut. BAHAYA! karena anda cuma buang duit.
  7. KETERBATASAN GEAR
    Jangan pernah minder karena keterbatasan gear. Memang sih rata-rata temen-temen yang ikut workshop ini adalah orang yang sudah kepo dengan foto-foto THEUPPERMOST lalu membeli alat dengan menebak-nebak alat yang mereka pakai. Tapi jangan minder! Justru jika temen-temen belum punya, hanya dengan cara melihat, temen-temen jadi tahu alat apa aja yang bener-bener dibutuhkan.
  8. TEMEN-TEMEN ALUMNI SC ADA YANG MAU NAMBAHIN?…tulis di comment ^^

Inilah yang saya sebut sebagai INVESTASI POLA PIKIR dimana me-refresh pikiran dan ide menjadi salah satu solusi untuk “bertarung” di kompetisi ini. Jangan melulu berpikir naikin spek alat, sekali-kali berpikir untuk menaikkan spek mindset biar ga cuma disitu-situ aja.Coba deh baca lagi tulisan saya mengenai BERANI BEDA. Saya jamin, selepas dari workshop ini, anda mendapat penghargaan pertama terhadap diri anda sendiri dan anda tidak akan pernah menyesal sudah mengurangi uang demi kualitas diri yang meningkat.

Saya tidak pernah diminta THEUPPERMOST untuk menulis ini. Tulisan diatas adalah murni dari apa yang saya rasakan setelah saya meng-idolakan mereka dari 2009, ikut workshop dan jadi temen curhat via whatsap (dengan jawaban2 yang nyebelin tapi ngena). Semoga pengalaman saya diatas bisa menginspirasi temen-temen yang masih ragu-ragu untuk berinvestasi dan ragu-ragu untuk ikut STAYCROWNED. Cobalah menjawab kebutuhan dan kegelisahan anda sendiri tanpa intervensi dari teman-teman sekitar atau otak kadal kita. Anda yang menentukan, anda sendiri yang berkembang. Biarin yang lain biar tetap berkutat dengan oseng tempe dan orek. BOOM!

 

 

Ditulis oleh
Irawan Gepy Kristianto
Staycrowned angkatan #2
@gepyisme @thephotoworks @igkbygepy

2 thoughts on “REACH YOU FIRST PERSONAL ACHIEVEMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *