Selamat siang teman-teman!

Setelah Minggu lalu saya membahas mengenai (prolog) NAIK KELAS yang bisa temen-temen baca lagi DISINI, siang ini saya akan coba share pemikiran saya lagi. Terlepas dengan salah atau benar, berhasil atau tidak, ini adalah opini saya pribadi yang sedang saya coba dan alami sendiri. Ada variabel kebenaran disini yang menurut saya masuk akal untuk dicoba. Oleh karena itu saya coba share ke teman-teman, siapa tau kita memang berjodoh dengan pola pikir ini.

tips wedding photographer

Menurut saya, setiap orang bisa dan boleh naik kelas. Bayangkan saja pada sebuah kelas dimana setiap murid mempunyai hak yang sama untuk naik kelas ke kelas berikutnya yang lebih tinggi. Sesuai aturan main yang berlaku dan konvensional, setiap anak wajib untuk belajar dan melalui beberapa ujian pelajaran untuk mendapatkan hak naik kelas. Meski anak SD kelas 1 pun sudah wajib belajar dan menempuh ujian untuk berusaha naik kelas. Tanpa disadari, ada aroma kompetisi disini. Saya tidak akan membicarakan kompetisi untuk menjadi nomor satu, tapi kompetisi untuk bersaing dan berusaha untuk naik kelas. Kenapa?, karena perjuangan menjadi nomor satu (juara) di kelas, berbeda hal dengan berjuang untuk naik kelas. Menjadi juara di kelas membutuhkan nilai tinggi untuk mengalahkan teman-teman sekelas, sedangkan kalau naik kelas, dengan nilai rata-rata pun kita bisa naik kelas, lain katanya : ga perlu pinter-pinter banget de, yang penting tetep belajar, ngerti pelajaran dan memanfaatkan peluang :p

Kembali ke topik, dimana definisi KELAS menurut saya adalah sebuah kelompok yang berisi beberapa individu yang sedang belajar, saling belajar dan saling bersaing demi mendapatkan yang terbaik untuk masing-masing individu sebagai indikator menuju ke tingkat berikutnya. Terbaik untuk masing-masing individu berbeda dengan terbaik di kelas. Oleh karena itu sejatinya kelas adalah medan perang seseorang untuk berjuang, belajar memahami strategi “lawan” dan berusaha yang terbaik untuk dirinya demi tingkatan yang lebih baik.

“…berarti ga usah berpikir untuk menjadi yang terbaik di kelas nya donk?…”

 

Bukan gitu juga.  Juara kelas itu jelas akan muncul ketika setiap individu mencapai yang terbaik. Nilai tertinggi dari masing-masing individu akan keluar menjadi juara kelas. Jika anda sanggup untuk menjadi juara kelas, kenapa tidak? Menurut saya setiap orang berhak untuk menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri, berhak untuk naik kelas dan berhak menjadi juara kelas. Tetapi, menjadi juara kelas jelas membutuhkan strategi belajar yang tepat dan tulisan ini tidak membahas tentang itu. Saya lebih menitik beratkan setiap orang mencapai titik terbaiknya untuk naik kelas atau memutuskan untuk tetap di kelas yang sama.

tips fotografer wedding

Beberapa orang mungkin sedikit keblinger dengan mimpi dan keinginan nya sendiri. Ketika memulai bisnis fotografi, mereka bermimpi untuk menjadi seperti AXIOO, THEUPPERMOST, RIO MOTRET dan lain sebagainya. Bukan tidak boleh bermimpi, tapi kita juga harus mempunyai realitas dalam menentukan kelas. Merk-merk fotografi diatas juga tidak tiba-tiba saja terkenal seperti sekarang ini. Mereka juga berjuang berpindah dari satu kelas ke kelas yang lain untuk mencapai kelas yang sudah mereka capai sekarang ini. Mimpi adalah sarana untuk memompa motivasi dalam diri sendiri dan mimpi tidak akan tercapai jika kita tidak memulai sejak dini. Bersemayam di kelas tertinggi dalam kasta fotografi (mungkin) adalah mimpi setiap fotografer, tapi kembali ke laptop bahwa kelas tetap menentukan dimana kita harus mulai dan mau kemana arah dan tujuan kita. Mewujudkan mimpi yang belum direncanakan tapi sudah beraksi tanpa paham dimana kelas kita berada berujung pada kesalahan menentukan Target Market. Apa itu Target Market?, saya akan jelaskan dil ain kesempatan.

Saya harap teman-teman menjadi tersadar bahwa ternyata kita adalah penghuni sebuah kelas, yang dipenuhi dengan orang lain dengan tujuan yang sama pula. Tapi sayangnya beberapa dari kita belum tau dimana kelas kita, dan apa yang sebaiknya kita lakukan. Supaya bisa naik kelas, setelah membaca tulisan ini, kita belajar bersama untuk memahami dimana sesungguhnya kelas kita berada dan apa yang harus kita lakukan untuk naik kelas. Semoga tulisan diatas bisa membuat kita mulai cemas dan gelisah dengan bisnis fotografi yang sedang kita jalankan. Kalo kita cemas, berarti kita sudah siap naik kelas dan pantas berpikir bagaimana mewujudkannya.
Kalo enggak cemas dan biasa-biasa aja, saya ga mau jawab ah :p

Menutup artikel ini, saya akan kutip quote dari Ranchoddas Chanchad ( 3 Idiots ) :

“…jangan belajar untuk mencari kesuksesan, tapi belajarlah untuk menjadi yang terbaik (untuk diri anda sendiri) dan kesuksesan akan menghampiri anda dengan sendiri nya…”

 

Salam Hormat,
Irawan Gepy Kristianto
@gepyisme @igkbygepy @thephotoworks

 

2 thoughts on “NAIK KELAS YUK (bag 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *