Sebagai fotografer jaman now, sungguh naif jika kita menafikkan berjualan melalui online. Ya, banyak cara bertemu dengan banyak orang melalui sosial media online semacam Facebook, Instagram, Twitter dan apapun itu jenisnya seolah-olah kehidupan didepan komputer atau laptop atau handphone jauh lebih luas dibanding kehidupan nyata. Senang atau tidak, siap atau tidak, sepertinya dunia ini sudah mencapai di level itu. Tidak perlu jauh2 naik kereta atau pesawat untuk melihat wajah, cukup video call. Tidak perlu waktu lama untuk bercerita tentang apa yang kita alami, cukup update status. Apapun sekarang menjadi lebih mudah, untuk berkomunikasi dengan orang lain, atau sekedar basa-basi dengan orang lain.

Begitu pun saya, anda dan teman-teman semua yang kebetulan bergelut dibidang yang sama. Komunikasi langsung atau tidak langsung sangatlah penting. Kenapa penting? Komunikasi adalah senjata paling awal bagaimana kita mempengaruhi orang lain. First Impression kalo kata orang barat bilang. Cara berkomunikasi kita sangat-sangat menentukan langkah kita selanjutnya. Sama seperti ketika kita berkomunikasi dengan klien atau calon klien kita. Cara kita menyapa, cara kita menata kata, luasnya wawasan kita, sampai gestur tubuh sangat-sangatlah menentukan. Jaman dulu, ketika dunia komunikasi belum sehebat ini, secara konvensional, seorang profesional dan pihak yang membutuhkan jasanya akan bertemu, bertatap muka dan berbasa-basi hanya untuk sekedar tau : “siapa elo, siapa gue”. Memang jaman sekarang pun tetap harus bertatap muka, tapi agak berbeda alurnya karena sebagian besar atau bahkan seluruh transaksi jasa dilalui melalui media sosial atau media komunikasi yang lain seperti website, email atau telp/whatsapp.

Menjadi sebuah tantangan tersendiri dimana kita harus memberikan “first impression” berupa sapaan pertama, senyum dan keramahan kita kepada calon klien melalui media visual seperti gambar atau video. Bagaimana kita harus membuat sebuah “rumusan” yang menggambarkan siapa kita, melalui media sosial seperti facebook, instagram atau website. Beruntunglah teman-teman yang sudah mempunyai Brand Identity yang kuat, sehingga lebih mudah menggambarkan “siapa kita” pada orang-orang yang mampir ke akun media sosial kita. Kenapa beruntung?, temen-temen pernah mencoba menggali “siapa kita” dalam membangun sebuah brand? Kalo belum…better temen-temen pelajari lagi tentang Brand Identity ^^

Adalah Nita dan Donny, pasangan dari Semarang yang pertama kali menghubungi kami. Mereka berencana untuk prewedding di Jogja dan sedang dalam misi mencari vendor dokumentasi. Ngobrol-lah kita via whatsapp. Waktu itu, awal-awal hanya Nita yang ngobrol dengan Puri. Biar mereka Girls Talk dulu lah sebelum para laki-laki masuk mengacau hahaha. Setelah beberapa hari memantabkan diri, mampirlah mereka ke Magelang dan kita bertemu, bertatap muka di sebuah cafe di tengah kota Magelang. Malam itu adalah malam pertama kami bertemu, bertatap muka, saling kenal menyebut nama dan ngobrol. Bagi sebagian fotografer, fase ini digunakan untuk menawarkan produk dan pamer hasil karya. Tapi tidak bagi saya dan Puri. Fase ini adalah kami membentuk sebuah bonding dari vendor ke klien menjadi SAHABAT. Lain kata, dari total 2 atau 3 jam kami ngobrol, hanya ada sekitar 10 menit kami ngobrol tentang lokasi, produk foto dan lain sebagainya. Sisanya kami habiskan untuk membahas segala hal yang tidak penting. Tau kan kalo membahas yang tidak penting selalu berujung pada sesuatu yang penting, yaitu : KETERBUKAAN.  Ketika keterbukaan itu sudah terjalin, percaya saya bakal banyak jackpot yang bisa didapet dari pasangan yang ada didepan temen-temen.

PANTAI WATULAWANG, GUNUNG KIDUL

Setelah berselang beberapa waktu, tibalah kita di hari pemotretan dimana ada 5 lokasi yang kami jadikan menu hari itu. Pantai, Malioboro, Taman Sari, Kota Gede dan Hotel Yats Colony. Berangkat dari jogja pukul 05.00, kita berangkat menuju pantai di Gunung Kidul. Berbekal deg-deg ser karena mendung, kami mantabkan hati disepanjang perjalanan. Sebenarnya masing-masing dari kami membawa mobil sendiri, tapi supaya bonding antara kami dan Nita Donny makin kental, kami memutuskan menggunakan mobil mereka dan saya yang nyetir. Puji Tuhan, setelah 2 jam perjalanan, sampai dilokasi cuaca sangat mendukung. Tidak panas dan tidak hujan. Mendung yang mendukung. Segera saja kami habiskan sesi di pantai dan segera pulang ke Jogja menuju ke lokasi berikutnya.

TAMAN SARI CASTLE

Apes sampe dijogja malah hujan deres banget. Disinilah lagi-lagi komunikasi berperan penting untuk menentukan pilihan. Donny mengusulkan untuk skip semua lokasi dan langung ke Yats Colony. Sebelum saya menjawab, saya keluar sebentar (waktu itu kami sedang makan siang), saya liat kondisi awan, dan saya menolak usulan Donny. Hahahaha…maaf ya pak boss, tapi worth kaaaan??? Hahaha. Saya bilang ke Nita dan Donny : “…enggak, klo kita ke Yats sekarang, sayang sama waktunya. Kita musti ke Taman Sari. Saya jamin, kalian bakal dapet foto masterpiece disana…” Gak perlu debat panjang, akhirnya kami jalan menuju ke Taman Sari dengan kondisi hujan sedang deras-derasnya! Sesampainya di Taman Sari, mas Mobil, videografer, bilang ke saya : “…hujannya lama ga ya mas?…” begitu juga Donny mempunyai pertanyaan yang sama. Saya jawab kaya pawang hujan :

“…tenang. sekarang prepare baju dan touchup makeup buat disinia aja sambil nunggu hujan reda. Tuhan tau yang kita butuhin kok…”

You know what?, setelah Donny ganti baju dan touch up make up selesai, mulai ada panas tapi hujan masih turun. Mantablah kita masuk ke Taman Sari langsung ke Sumur Gumuling. Disana rame banget! Banyak turis dan wisatawan yang pengen foto ditengah-tengah sumur. Kalo mau egois, kami bisa bilang : “…lokasi nya guwe pake ya…kita bayar 250 rebu neeeh…” hahahaha, tapi kan ga mungkin juga bilang gitu ya?, akhirnya kami bergantian dengan para wisatawan untuk berfoto ditengah meski kadang kita pake lebih lama sih hahaha. Sekitar 2 jam kita habiskan waktu di Taman Sari, kami packing dan segera menuju ke parkiran mobil. Dan tau kah anda, ketika kami masuk mobil, hujan langsung lebat selebat-lebatnya. Thanks God, tanpa sadar iman kami men-sukses-kan pemotretan sore itu.

YATS COLONY HOTEL

Sesampainya di Yats Colony, Donny bilang : “…mas Gepy, saya menyerah…saya capek…” hahahaha…Kami duduk di ruangan tengah sambil melepas lelah karena bergerak dari pagi hingga sore menuju malam. Saya buka obrolan untuk schedule berikutnya, mengingat Donny sudah melambaikan bendera putih sedangkan Nita masih segar bugar meski mata tidak pernah bisa bohong. Kami berusaha meyakinkan Donny dan Nita bahwa sehari ini adalah hari yang sangat berharga buat mereka. Mereka sudah menyewa jasa kami, menyewa gaun, sewa properti, beli ini itu, meluangkan waktu, cuti dari kerjaan dll dll, jangan sampe kita ga dapet apa yang kita rencanakan diawal. Setelah ngobrol2 sebentar, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan pemotretan dengan konsep yang lebih¬† ringan. Sembari Nita bersiap-siap dengan Puri, Donny memanfaatkan waktu buat tidur di kasur. Sore hingga malam kami habiskan durasi pemotretan di Yats Colony tanpa ada halangan apapun.

Pagi harinya, karena badan uda seger, waktunya ke konsep agak-agak berat, konsep Bridal. Make up yang berat dan tentu saja baju yang berat. tantangannya adalah kami harus menghabiskan lokasi hanya dalam durasi kurang lebih 3 jam sebelum waktu check out. Tanpa banyak babibu, Puri memulai makeup pukul 06.00 dan segera kita pemotretan hingga jam 12.00 pas.


Sepanjang 2 hari 1 malam ini kami merasa bukanlah vendor dan klien yang bekerja sama untuk membuat sesuatu. Kami adalah teman dekat yang baru mengenal 1 malam dan mengalir begitu saja. Kami percaya komunikasi adalah senjata paling ampuh untuk membuat sesuatu yang berharga. Terlepas dari segala yang direncanakan atau tidak, apapun yang terekam diatas adalah kejujuran dari keterbukaan yang terjadi antara kami dan sebagian hasil karya Nita dan Donny dalam berpose didepan kamera, selama 2 hari 1 malam di Yogyakarta.

Hasil foto-foto Nita & Donny yang lebih lengkap silakan klik link berikut :

PREWEDDING NITA & DONNY

Salam Hormat,
Irawan Gepy Kristianto
@thephotoworks @gepyisme

1 thought on “KOMUNIKASI DENGAN KLIEN ( Prewedding Nita & Donny )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *