MIRIP SIH…TAPI BEDA

Anda pasti ngerti apa itu Honda dan Jialing kan? Keduanya adalah merk kendaraan bermotor, menghiasai jalanan kota dan bahkan salah satunya masih bertahan hingga hari ini. “Salah Satu-nya” ??…berarti yang satu uda ga menghiasi jalanan donk? Sebelum kita ngobrol jauh, kita flashback bentar soal kedua merk ini :

Honda adalah merk kendaraan dari Jepang yang didirikan tahun 1948 oleh Soichiro Honda. Bayangin, tahun itu kita baru merdeka 3 tahun, mereka uda bisa bikin motor hihihi. Sedangkan Jialing adalah merk motor asal Cina yang dibuat setelah Negara Cina membuka system industri yang memungkin kan perusahaan asing masuk ke negaranya. Akhirnya salah satunya muncul merk Jialing setelah Jialing bekerja sama dengan Honda (1978).

Kita masih inget kan, ada motor Honda Grand tapi agak “males” bentuknya?, yah itulah Jialing. Masih ingetkan ada motor Honda Supra yang suara nya lebih kenceng rante nya daripada suara knalpot-nya? Hehe…begitu lah…

Kenapa saya filosifikan perihal diatas? Mempunyai fungsi yang sama, bentuk yang hampir sama, tapi beda secara kualitas. Yah…Honda jauh lebih baik dibanding Jialing. Tapi kenapa ya?, Honda mau kerja sama dengan Jialing trus nongol2 motor “siluman” macam itu? Ya jelas aja karena strategi bisnis. Tapi kita ga akan bahas soal strategi bisnis, ada perihal lain yang saya lihat dengan filosofi diatas. Kenapa Honda mau bekerja sama dengan Jialing?, buat saya, jawabannya adalah :

1) BIAR ADA PILIHAN, dan 2) ORANG BISA NGERTI, MANA YANG ASLI.

Yah…sisi orisinilitas dalam sebuah karya seni adalah hak paten untuk setiap seniman yang terkait. Tidak hanya karya seni, bahkan tongsis aja jadi variable penyesalan terlanjur laris dan telat membuat paten. Telat de…

BIAR ADA PILIHAN

Dalam ilmu marketing, sebuah produk tidak akan bertahan lama atau bahkan membosankan, ketika tidak ada produk lain yang mendampingi sebagai saingan atau berfungsi sebagai pilihan, meskipun produk-produk itu diproduksi oleh perusahaan (atau anak perusahaan) yang sama. Ambil contoh yah, Coca cola ga akan selaris ini kalo ga ada Pepsi dan Miranda. Bahkan penjualan Coca Cola dan Pepsi melunjak setelah mereka sepakat bersekongkol untuk membuat campaign dimana keduanya terlihat “saling menyindir dan saling menghabisi” di depan publik. Contoh yang lain, meskipun berasal dari pabrik/perusahaan yang sama, Coca Cola, Sprite dan Fanta mengambil top post masing2 disetiap market place yang mereka incar.

Strategi ini pula yang digunakan Steve Jobs (Apple) dengan Bill Gates (Windows) untuk mematahkan dominasi IBM kala itu. Menurut desas desus, mereka (Jobs dan Gates) sepakat untuk saling menyerang di media untuk mencari perhatian publik dan supaya merk mereka saling dibandingkan dan akan selalu diomongin oleh orang, biar orang lupa sama IBM. Konon (lagi) itulah kenapa Jobs sampe uring2an dan (bergaya) marah besar ketika sistem Apple dijiplak oleh Windows.

Kebayang ga misal ada sebuah produk bagus selalu ada diatas sendiri atau tidak ada pendamping sebagai pembanding dan kompetitor? Alhasil produk itu lama-lama akan membosankan dan semakin mudah dipahami dan tidak ada rasa “die hard” untuk mempunyainya. Passion and Die Hard untuk memiliki inilah yang diincar oleh Steve Jobs pada produknya. Dia mau banget, setiap orang yang membeli produknya adalah orang-orang pilihan yang memiliki Passio,n, memudahkan mereka untuk bekerja dan menunjang prestige.

Saya bisa menyebutkan bahwa Apple berhasil mewujudkan produk yang bisa itu semua. Tapi apa artinya ketika tidak ada Windows disamping Apple? Tidak ada komparasi dari kompetitor membuat kejenuhan pada produknya

ORANG JADI NGERTI, MANA YANG ASLI

Sebenarnya tidak melulu soal asli ato palsu dan orisinil ato tiruan sih. Bisa jadi juga buat pilihan, mana yang terbaik dikelasnya. Kalo jaman sekarang bahasanya tuh trend setter dan follower hehe. Jika saja tidak ada kompetitor ato “partner” didalam sebuah kelas, maka sebuah produk akan semakin superior, tapi juga punya resiko tidak berkembang dan kemudian membosankan. Kenapa?, salah satu nya karena tidak ada pembanding dipasar yang bisa dilihat dan dinilai oleh publik, mana yang terbaik, mana yang trendsetter dan mana yg palsu atau follower.

Kita ambil contoh yah…

Honda Jazz pertama kali nongol tahun 2004. Waktu itu mobil kelas hatchback uda ga laku lagi. Kalo ga salah, tahun 2004 itu lagi seru2nya mobil tipe mini MVP macem Panther ato mobil sejuta umat, Avanza. Maklum, Avanza barusan nongol diakhir tahun 2003. Ditengah euforia mini MVP, tiba2 Honda ngeluarin Jazz, mobil tipe Hatchback yang uda lama ditinggal peminat semenjak terakhir mobil hmmmmmmmmm….(mikir lama)……Suzuki Forza kali ya? Sekitar tahun 90an gitu kalo ga salah. Singkat kata, Honda Jazz ini laku tong! dan tau apa yang Suzuki dan Toyota lakukan?, membuat ,mobil di varian yang sama : Suzuki dengan Suzuki Swift, dan Toyota dengan Toyota Yaris. So?…apalagi kalo ga mereka mau meramaikan pasar yang kembali dipopulerkan oleh Honda setelah sekian lama vakum?

Dari contoh diatas, terlihat kan bahwa sebuah produk harus mempunyai tandingan untuk melihatkan kekita, sejauh mana produsen produk itu bisa berkompetisi disebuah kelas produk. Banyak sih contohnya, tapi klo diceritain ntar kelamaan.

So…Jadi…beruntunglah kalian semua yang mempunyai produk yang sama dengan tetangga sebelah. Sisi positifnya, selamat…kalian berada di pasar yang benar! kenapa?, ya jelas karena ramai…apalagi kalo sampe ada yang nyama2in produk kalian?. Nah…itu juga bisa jadi sisi negatif skaligus positif, dimana setelah banyak produk bermunculan, kalian mau ga mau harus terus ber-inovasi untuk melangkah satu langkah lebih kedepan. Ditiru lagi?, maju lagi kedepan. Ditiru lagi?, mulai de gerundel : “…kalian ni emang ga kreatif ato emang males mikir sih?…” hahahaha

Produk orisinil adalah produk yang berasal dari passion yang kuat. Penelitian, uji coba dan pemilihan bahan yang tepat. Dan jangan lupa, semua itu butuh proses. Nah buat para plagiator, masa proses ini lah yang mereka males buat lewatin. Jadi…ngapain kudu coba-coba?, orang niru aja uda enak….tinggal cuzz…ngapain mikir? Tapi berbangga lah kalian yang mempunyai produk orisinil yang lahir dari sebuah proses. Karena bagaimanapun Hasil tidak akan pernah mengingkari Proses.

Ada satu hal yang perlu juga saya share disini. Saya mengutip salah satu guru saya dlm bidang fotografi. Beliau berkata bahwa :

“…dewasa ini, tidak ada lagi karya yang bersifat 100% orisinil. semua pernah dicoba dan pernah ditampilkan. hanya saja tidak semua melihat dan seringkali disebut sebagai karya orisinil. padahal ya nyontek2 aja…”

Kalimat enteng diatas saya coba telaah baik2. Bener juga ya…yg namanya karya seni itu kan uda dari tahun jebot. Ga mungkin juga ga ada karya yg bener2 sama atau bener2 beda. Pasti ada kemiripan dari influence si seniman. Jadi ya bener juga…tidak ada karya yang orisinil. Trus…berarti kita boleh niru donk?, oohhh ga jugaa….itu namanya plagiat. Menurut saya, mengidolakan karya seseorang itu penting. Kenapa?, karena itu akan membawa ke sebuah style yang menurut kita nikmat banget buat ngelakuinnya. Dan lama kelamaan, itu akan menjadi style yang bener2 melekat pada diri kita sendiri.

Akhir kata, jangan pernah menyerah untuk mencari yang terbaik. Selalu explore, stay creative, jangan sungkan untuk bertanya dan mepet ke seseorang yang diidolakan, dan mulai lah mengagumi karya orang lain untuk mencari style kita sendiri.

Salam Hormat,
Irawan Gepy Kristianto
@gepyisme @igkbygepy @thephotoworks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *