Selamat pagi/sore/siang/malam para klien dan calon klien yang saya hormati. Kali ini saya ingin bercerita kemarin ketika saya kembali di percaya menjadi official photographer untuk Intan Avantie. Pekerjaan saya cukup simple, yaitu meliput kegiatan beliau selama proses kreatif yang berlangsung di belakang panggung. Ini adalah kesempatan kesekian kalinya saya dipercaya sebagai official fotografer beliau. Kali ini di Surabaya, Mimi ( begitu kami memanggilnya ) berkesempatan untuk menggelar fashion show disalah satu pameran jewelry terbesar di Indonesia dan diselenggarakan di Hotel Shangrila Surabaya.

 

Sehari sebelumnya saya berangkat naik kereta bareng Mimi dan tim nya. Seru! Banyak cerita yang ga mungkin secara detail saya ceritain disini. Yang paling bikin hati ini serasa hancur lebur adalah tragedi tertinggalnya tas kamera saya di stasiun kereta Surabaya! hahahaha…beeuuhhhh…bener2 lemes nih badan. Tangan gemeteran, diajak ngomongpun uda ga fokus. Tapi Puji Tuhan, masih dikasi waktu untuk berkarya karena tas kamera diamanin warung kopi yang sempet kita samperin tadi.

Salah satu yang membuat saya makin jatuh cinta dengan Mimi beserta tim nya adalah kesederhanaannya. Begitu sampe di penginapan, kita makan nasi bungkus! dan kita makan bareng-bareng tanpa ada sekat sama sekali. Ini bener-bener jadi pelajaran yang berharga buat saya sebagai leader. Bagaimana cara mengayomi tapi tetap ada batasan yang membuat pekerjaan itu menjadi profesional.

Begitupun saya dan Mimi. Selama tidak ada bau-bau pekerjaan, Mimi jadi temen yang asik, ngobrol ngalor ngidul, cerita soal hidup, share tentang bisnis, apapun itu dijawab dengan bahasa-bahasa prokem khas Semarang yang membuat saya makin nyaman dengan tim ini. Tapi selalu ada batasan yang membuat pekerjaan itu berjalan dengan baik. Saya dengan pekerjaan saya, Mimi dengan peran dan pekerjaannya, dan Tim yang bekerja dengan jobdesk masing-masing. Malam itu di Hotel Shangrilla menjadi malam yang cukup ngos-ngosan. Karena acara ada di lantai FloorGround dan tempat transit kami ada di lantai 1. Mau naik lift lama yang nunggu, mau naik tangga kok ya capek, hahaha.

Overall…Mimi dan tim nya seperti diutus untuk mengajari saya bagaimana me-manage sebuah tim, bagaimana menjadi leader yang dekat dengan timnya sekaligus membatasi nya. Entah apa tujuan dari berkat ini, yang pasti selalu saya syukuri setiap detiknya dan tidak pernah berharap apapun dari kesempatan ini. Seperti petuah Mimi ke saya : “…senyum orang-orang sekitar adalah senyum Tuhan. bekerja dan berbuatlah yang terbaik buat mereka, dan berusahalah membuat Tuhan tersenyum…”

Ijinkan saya bercerita kepada anda melalui mata dan lensa saya 🙂 :

Dan bagaimana sebuah karya seni yang penuh dengan cerita itu bisa tervisualisasi dengan sangat baik!

 

Irawan Gepy Kristianto
@gepyisme @thephotoworks for
Intan Avantie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *