sisca yas foto wedding

Menikah menjadi “adat” yang penting dalam hidup manusia. Selain karena diperintah oleh agama, menikah juga menjadi kebutuhan manusia sebagai legalisasi dalam berkumpul dan untuk saling mencintai antara 2 umat manusia. Adanya perbedaan pandangan mengenai pernikahan pada tiap negara, tidak mengurangi esensi dari arti menikah itu sendiri. Indonesia misalnya. Disini, menikah adalah bentuk legalitas dari sepasang manusia yang saling mencintai untuk hidup bersama membentuk keluarga, beranak cucu dan berkembang biak. Pandangan menikah di Indonesia sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di Jepang akhir-akhir ini. Saya pernah membaca sebuah artikel dimana Jepang menetapkan darurat pernikahan karena sesuai survey yang diambil, banyak anak muda Jepang yang berpikir berulang kali untuk menikah dan berkembang biak. Kita tentu tahu konsekuensi dari menikah itu sendiri. Dimana kehidupan seseorang akan berubah 180 derajat mulai dari status hingga gaya hidup. Belum ketika mulai ada anak, kehidupan orang akan sama sekali berubah! Tapi apapun “permasalahan” yang berbeda pada tiap negara, Menikah tidak lepas dari esensi awalnya dimana arti menikah adalah mempersatukan dua insan manusia dalam cinta yang diberkati oleh Tuhan untuk saling mencintai, menyayangi, menghormati dan tentu saja untuk berkembang biak dan beranak cucu. Saya tidak akan mengeneralisasi tujuan menikah karena tiap keluarga mempunyai tujuan menikah yang berbeda.

Ketika budaya menikah sudah mulai menjadi “kewajiban” dalam kehidupan seseorang, tuntutan demi tuntutan mulai muncul ke permukaan. Dahulu, mungkin sebuah pernikahan hanya membutuhkan sepasang kekasih, orang yang secara sah menikahkan, dan adanya saksi yang melihat proses menikah itu berlangsung. Tapi seiring berkembangnya zaman, kebutuhan menikah sudah berkembang sedemikian hebatnya hingga lama kelamaan menjadi “momok” pada setiap orang yang belum menikah. Adanya campur tangan budaya dan adat istiadat tiap daerah atau negara, membuat budaya menikah yang sebelumnya sedemikian simple-nya, mulai menjadi “rumit” dan bagi sebagian orang (jomblo tentunya) menjadi sesuatu yang (mungkin) tidak mungkin dicapai. Sebagai contoh adanya wajib mahar bagi calon mempelai. Sebagaian besar adat istiadat di Indonesia mewajibkan mahar dalam sebuah proses pernikahan. Mahar ini digunakan sebagai simbol untuk meminang calon mempelai. Pada adat Jawa, calon mempelai pria menyiapkan mahar untuk meminang calon mempelai wanita. Adat daerah ini masih tergolong fleksibel karena mahar bisa di musyawarahkan. Namun berbeda dengan pengantin dari daerah Sumatra, seperti Batak misalnya. Seringkali saya mendengar dan membaca bahwa keberanian untuk menikahi gadis Batak adalah keberanian yang mutlak baik mental dan materiil. Entah apa maksudnya, tapi pengadaan mahar adalah salah satu hal yang membuat niat untuk menikahi gadis dari suku Batak semakin “berat”.

Tapi bukan berarti menikah adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Jangan hanya membayangkan tentang segala sesuatu yang berat, tapi bagaimana niat untuk menjalankannya. Anda bisa menabung bersama dengan pasangan demi masa depan yang jelas (menikah). Anda juga bisa mempersiapkan jauh-jauh hari, apa saja yang dibutuhkan untuk sebuah acara pernikahan sesuai adat darimana anda berasal. Menikah bukan berarti sesuatu yang tidak dapat dilakukan sama sekali. Bagaimanapun, tujuan mulia menikah tetap sama dengan apa yang telah saya tulis diatas. Saya mengharapkan keyakinan pada anda ( iya…kalian…para jomblo yang kadang menangis karena gebetan disabet orang karena kelamaan mikir tanpa rencana ) bahwa menikah adalah sesuatu yang mungkin dan sangat mungkin dapat anda capai dengan pasangan anda (catatan : kalo punya pasangan)

Di era modern seperti ini, seperti hemat saya, tren konsep menikah kembali pada sesuatu yang simple, dan memberi kesan. Mending simple dan berarti daripada besar-besaran tapi ga ngena sama skali. Kira-kira seperti itulah gambarannya. Kenapa?, selain mahar, semakin kesini harga-harga kebutuhan untuk pernikahan semakin tidak tercapai. Benarkah harga yang tidak tercapai?, atau persiapan anda yang kurang matang? Coba jawab sendiri…

Minggu lalu, saya mendapatkan sebuah infografik dari sebuah portal wedding besar di Indonesia. Saya pelajari infografi itu, dan mencoba share ke temen-temen yang membutuhkan via fesbuk. Mungkin sebagaian teman-teman sudah membaca dan paham dengan angka-angka yang tercantum dalam infografik tersebut. Tapi bagi teman-teman yang kurang paham bahkan memelaskan diri karena semakin jauh pada niat pernikahan, saya akan coba “menghibur” anda dengan sedikit ulasan yang mungkin bisa anda pertimbangkan selanjutnya :

  1. LAMA BERTUNANGAN SEBELUM MENIKAH ( 40.2% menjawab 7 – 12 Bulan )
    Teman-teman yang saya kagumi, menikah adalah keputusan kalian berdua dengan pasangan. Menikah adalah komitmen yang akan anda buat berdua dihadapan orang banyak. Orang banyak adalah saksi, tapi tetap kalian berdua yang menjalani. Baik buruknya pernikahan sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab anda berdua. Demikian pula ketika anda mulai mempersiapkan pernikahan anda berdua. Komitmen adalah kunci utama, dan acara hanyalah sesuatu yang dirancang dan dilakukan untuk mengumumkan kebahagiaan anda berdua pada khalayak banyak. Tunangan adalah komitmen awal sebelum menikah. Tunangan adalah satu tahap lebih tinggi setelah pacaran. Apa yang terjadi pada tunangan adalah apa yang terjadi ketika anda nembak/ditembak untuk pertama kalinya. Disitu ada sebuah komitmen untuk saling mencintai, saling menyayangi, menghormati dan saling saling yang lain. Bedanya dengan nembak pacar, tunangan adalah komitmen satu level lebih tinggi pada pasangan anda, yang disaksikan oleh keluarga dari kedua belah pihak. Moment ini adalah tonggak awal dimana anda memperlihatkan keseriusan anda pada pasangan dan keluarga pasangan. Lalu pentingkah tunangan itu? anda berdualah yang bisa menjawab. Seberapa kuatkah anda memegang komitmen untuk bertahan pada satu pasangan, anda yang bisa menjawab. Karena tunangan tidak bisa menjadi jaminan bahwa orang yang memakaikan cincin adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan suami/istri kita. Semuanya kembali ke anda berdua, berkomitment tanpa bertunangan lalu langsung pada pernikahan lebih baik daripada berkomitmen untuk bertunangan tapi kemudian salah satu kalah karena keadaan.
  2. RATA-RATA PENGGUNAAN DANA PERNIKAHAN
    Ketika anda berdua sudah memutuskan untuk menikah, mulailah untuk membuat bucket list, apa saja yang harus anda pilih dan persiapkan untuk menggelar sebuah pernikahan. Mulai dari undangan, catering, dokumentasi hingga dekorasi harus sudah mulai anda perhitungkan. Buatlah list beberapa vendor pilihan dari satu bidang kerja. Yang perlu diingat dan ditentukan dari awal adalah, konsep acara yang anda inginkan bersama pasangan. Jangan memilih vendor yang sebenarnya tidak sanggup mengerjakannya, tapi karena anda salah memilih, ujung-ujungnya anda sendiri yang menanggung akibatnya. Setelah konsep acara jadi, anda bisa lanjutkan dengan memilih priroritas dari beberapa bidang kerja vendor yang secara garis besar terdiri dari :

    1. Vendor Undangan
    2. Vendor Dokumentasi
    3. Vendor Dekorasi
    4. Vendor Catering
    5. Vendor Make Up / Perias.
    6. Vendor WO ( Wedding Organizer )

      UNDANGAN 
      adalah salah satu produk wedding yang cukup menguras budget. Tapi juga tergantung pada jumlah undangan yang diundang atau dicetak. Sebenarnya variable undangan ini bisa dibuat simple dengan budget yang relatif lebih efektif. Buatlah Undangan Digital yang bisa berupa image (.jpeg) atau video, lalu sebarkan melalui email atau whatsapp. Memang, cara ini kurang lazim di Indonesia. Tapi seiring perkembangan zaman, pembuatan Undangan Digital ini mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk menekan budget karena secara teknis, pembuatan Undangan Digital ini bisa dilakukan bersamaan dengan pembuatan Foto Prewedding kalian. Jujur saja, saya sebenarnya cukup sayang dengan pembuatan undangan secara fisik. Selain karena menambah budget, undangan ini (bisa jadi) hanya dilihat sekali saja oleh si penerima, itu pun hanya dilihat tanggal dan tempat acara. Lalu?, ditaruh entah dimana, dan hilang begitu saja. Boros kan? Banding kan jika kalian membuat undangan berbentuk video atau image yang disebar melalui teknologi. Lebih praktis dan relatif lebih murah dibanding menggunakan undangan fisik. TAPI…bagaimana pun, di Indonesia, undangan fisik udah menjadi salah satu bentuk cara menghormati orang, terutama orang tua atau yang di tua kan. Adat dan budaya di Indonesia mengatakan bahwa menanyakan alamat atau menghantar sendiri undangan ke alamat tamu menjadi salah satu cara menghormati. Pilihan ini ( fisik dan digital ) mutlak menjadi pilihan kalian berdua sebagai pasangan yang sedang mempersiapkan acara besar dan mengetahui budget yang direncanakan.Cara memilih vendor DOKUMENTASI sudah saya jelaskan di artikel 10 TIPS MEMILIH WEDDING PHOTOGRAPHERDEKORASI adalah bahasa menterjemahkan acara anda selama hari H. Dekorasi seolah adalah penggambaran bagaimana kalian menghargai acara kalian sendiri. Dekorasi adalah cara kalian berbicara pada tamu-tamu, seolah kalian berkata : WELCOME TO OUR WEDDING! Dekorasi adalah cara kalian menjamu tamu. Dekorasi adalah kesimpulan dari kesungguhan kalian dalam membuat acara kalian sendiri. Pilihlah dekorasi sesuai dengan “genre” nya. Jangan sekali-kali memilih dekorasi yang tidak bisa memperlihatkan portfolio ke kalian. Pilihlah dekorasi yang sesuai dengan DETAIL konsep kalian. Jangan coba-coba dengan dekorasi karena definisi-definisi dekorasi diatas ^^. Berlaku untuk semua vendor wedding, tidak hanya dekorasi : jangan mudah terpancing dengan MURAH. Memang sih, kata orang dekor itu selesai acara dibongkar juga, tapi kembali lagi ke definisi-definisi diatas, semoga kalian paham dengan apa yang saya maksud ^^.Pemilihan vendor CATERING biasanya ada campur tangan dari orang tua, khususnya ibu. Alasan klasiknya adalah : jangan sampai kita tidak menghargai tamu dengan masakan yang kurang enak. Biasanya juga, variabel catering adalah variabel yang mendapat kucuran dana dari orang tua terkait dengan alasan diatas, hehe. Pernah ada satu orang tua klien yang bercerita dalam sehari mereka muter sampe 8 vendor catering hanya karena di setiap vendor catering yang didatangi sudah mengerjakan lebih dari 4 project dalam satu hari. Si ibu menambahkan, bisa dibayangkan jika kita menjadi klien ke-5 atau selebihnya, bisa dibayangkan bagaimana cara memasak, waktu memasak dan rasanya kan? Secara budget, jangan khawatir, orang tua biasanya siap sedia dana untuk catering dibanding dokumentasi, hwkwkwk.Di setiap pertemuan dengan klien wedding, saya selalu menekankan dan meyakinkan bahwa vendor MAKE UP/PERIAS adalah pilihan dari pengantin sendiri. Jika tidak pun sudah ada garansi dari keluarga/pihak lain karena hasil yang BAGUS. Jangan pernah ragu untuk menginvestasikan pada variabel ini because YOU ARE THE STAR! Selama acara, anda akan menjadi pusat perhatian. Ketika menjadi pusat perhatian, ada 2 pilihan : menjadi Pusat Kekaguman atau Pusat Glendengan (omong dibelakang) karena hasil yang kurang memuaskan/tidak cocok. Percayalah pada Make Up artis pilihan anda sedari awal anda melihat hasil dan cara bekerja mereka KEPADA ANDA. Jangan hanya melulu percaya pada gambar di instagram karena file digital tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Pemakaian kamera canggih dan aplikasi HP bisa memanipulasi hasil loh, ingat itu, hehe. Jagalah mood anda selama acara dan Percaya Diri dengan penampilan anda sendiri. Dimulai dari apa?, dimulai dari memilih vendor MakeUp Artis yang sesuai dengan yang anda butuhkan, dilihat dari hasil dan budget yang anda punya.

      Terakhir, jika anda sudah merasa berat menyusun panitia dan acara yang bejibun, jangan ragu untuk mencari bantuan pada Wedding Organizer. Kenapa saya letakkan WO dipaling akhir?, kemudahan teknologi dewasa ini sudah mendukung anda untuk mencari vendor-vendor diatas, dan menjadi alasan yang baik untuk menemukan vendor-vendor yang bisa mengerti anda secara personal. Apakah WO tidak menyediakan vendor-vendor diatas?, tentu saja IYA. Tapi belum tentu apa yang ditawarkan WO adalah apa yang anda cari. Bisa saja vendor yang disediakan WO tidak bisa memenuhi kebutuhan anda secara personal. Itulah mengapa saya menempatkan WO dipaling akhir, karena WO adalah oase anda ketika anda mulai kelelahan mencari vendor dan utak-atik budget. Jasa WO dewasa ini lebih fleksibel dan beragam mulai dari full handle perencanaan anggaran hingga hanya handle acara saja. Anda tinggal memilih dan berkonsultasi apa yang anda butuhkan dari WO itu sendiri. Jika anda sudah menentukan vendor-vendor yang terlibat, anda tinggal membutuhkan WO untuk teknis acara selama hari H atau sebaliknya, atau mau 100% pasrah ke WO, itu semua pilihan anda untuk memutuskan.

      KESIMPULAN untuk pemilihan vendor diatas adalah jangan ragu untuk bertanya yang sesuai dengan budget dan konsep acara anda. Jangan terpancing dengan kata murah, karena KUALITAS TIDAK BISA DIGADAIKAN DENGAN DETAIL YANG MINIM. Jangan lupa, bahwa Kualitas dan Harga itu selalu berjalan seiring, dan tidak bisa dipisahkan.

  3. JUMLAH UNDANGAN
    Secara hitung-hitungan kasar, jumlah undangan bisa menggambarkan total budget sebuah acara perkawinan. Saya pernah ngobrol dengan rekan saya yang kebetulan seorang WO, bahwa rata-rata 50% – 60% budget sebuah pernikahan teralokasikan pada catering. Jadi, makin sedikit undangan/tamu, makin minim budget donk? Belum tentu juga. Dewasa ini banyak Wedding Venue ( lokasi ) yang juga menawarkan catering dalam paket nya dan anda harus mengambil kedua item tersebut jika anda memilih lokasi itu sebagai Wedding Venue. Ambil contoh yang pernah saya ceritakan di artikel ini : YURIKE & ANDI PHOTO WEDDING. Acara mereka “hanya” dihadiri oleh sekitar 200 orang yang secara hitung-hitungan harusnya lebih minim budget dibanding dengan wedding yang menngundang 1000 tamu. Tapi acara mereka diadakan disalah satu hotel premium di area Borobudur. Sehingga bisa jadi budget acara mereka yang “hanya” mengundang 200 tamu jauh lebih tinggi dibanding dengan acara pernikahan dirumah yang mengundang 1000 tamu. Seperti yang sudah saya ceritakan diatas bahwa konsep menikah adalah salah satu yang harus dibahas dengan orang tua dan dipersiapkan secara matang dari mulai pemilihan vendor hingga budget-nya. Karena apa? ya jelas biar uang yang anda investasikan tidak terbuang percuma. Anda harus membuat memori yang terbaik dalam acara pernikahan anda. Ini mutlak dan tidak dapat ditawar, jangan sampai menyesal dikemudian hari ( di bagian ini, saya sedikit curhat, hahahaha! )
  4. SIAPA YANG MEMBAYAR ( 56,1% OLEH PENGANTIN )
    Memang seharusnya begitu (wajarnya). Karena apa?, ya jelas karena pernikahan adalah acara ana berdua, dan anda adalah yang HARUS bahagia dengan acara yang anda gelar. Jangan sampai deh, udah ngeluarin duit, acaranya ga sesuai dengan kepengenan kita, trus selama acara yang terjadi hanya menunggu kapan selesai alih-alih menikmati acara. Memang sih, bagian ini masih sedikit rancu karena bagaimana pun orang tua adalah bagian dalam hidup kalian dan harus dihormati. Dan terkadang keinginan (konsep acara) pengantin bertolak belakang dengan keinginan orang tua. Sebagai contoh, pengantin menginginkan pernikahan yang sederhana, mengundang saudara dekat dan sahabat saja. Tapi orang tua tidak setuju dan memilih untuk tetap mengundang rekan kerja sejawat dari kedua orang tua, sehingga undangan yang tadinya cuma 100 membengkak menjadi 1.700 undangan. Acara yang di-set simple, tiba-tiba menjadi acara megah dengan anda berdua sebagai pemeran utamanya, ditonton banyak orang, dipajang dipelaminan dan tersenyum pada 1.700 orang yang menyelamati anda. Apakah ini salah?, jelas tidak! Pernikahan adalah peristiwa bahagia yang layak untuk diumumkan pada sanak saudara dan rekan kerja, dan pernikahan akan tetap seperti itu karena budaya kita seperti itu. Beruntunglah mereka yang pernah membuat acara pernikahan secara private dengan hanya menghadirkan saudara dan sahabat karena acara mereka adalah hasil dari obrolan yang detail kepada kedua orang tua anda.

Kesimpulan dari semua ini adalah jangan pernah ragu untuk menabung dan ber-investasi pada rencana hidup anda untuk menikah. Seringlah melihat konsep acara orang lain dan jangan berhenti bermimpi untuk mewujudkannya. Menikah memang acara anda berdua, tapi jangan lupa pada orang yang telah menemani anda selama bertumbuh dan berkembang dari mulai anak-anak hingga siap meminang atau dipinang. Selalu membuka obrolan dan sampaikan apa yang sudah menjadi keinginan anda dan pasangan. Mungkin selama persiapan pernikahan akan ada halangan selain budget. Tapi tetaplah percaya bahwa semua permasalahan  selalu ada jalan keluarnya sepanjang komunikasi anda berdua dengan orang tua dan vendor-vendor terkait juga terjalin dengan baik. Jangan lupa, MENIKAH adalah NIAT YANG BAIK dan niat yang baik akan selalu diberi KELANCARAN bagaimana pun caranya.

Selamat Bermimpi, Berencana dan Menabung!

Salam Hormat,
Irawan Gepy Kristianto
@gepyisme @thephotoworks @igkbygepy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *